Setelah mendapat legalitas produksi minyak ganja untuk pertama kalinya, Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul memiliki rencana ambisius dalam memproduksi jutaan botol minyak ganja yang ditujukan untuk kepentingan medis di Thailand dalam lima sampai enam bulan ke depan.

Anutin mengatakan bahwa tujuan ini dapat dicapai dikarenkan Organisasi Farmasi Pemerintah Thailand (Government Pharmaceutical Organisation/GPO), Rumah Sakit Chaophraya Abhaibhubejhr, dan Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand akan memproduksi lebih dari 200.000 botol minyak ganja setiap bulannya yang dimulai dari bulan September mendatang.

Produksi pertama minyak ganja yang berjumlah 4.500 botol ini akan didistribusi ke 12 rumah sakit umum di seluruh Thailand sebagai salah satu langkah program penelitian kesehatan. Anutin juga menambahkan minyak ganja tersebut bebas dari kontaminasi dan aman untuk kegunaan medis.

Minyak ganja ini nantinya akan ditujukan kepada pasien penderita epilepsi yang resisten terhadap obat-obatan, pengidap multiple sclerosis, dan penderita kanker tingkat akhir. Selain itu, minyak ini juga dapat digunakan untuk menangani efek samping dari kemoterapi.

GPO yang merupakan produsen minyak ganja ini membagi produknya ke dalam tiga varian dengan kandungan yang berbeda di tiap variannya. Varian pertama memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang lebih tinggi, varian kedua memiliki cannabidiol (CBD) yang lebih tinggi, dan yang terakhir memiliki perbandingan 1:1 antara kandungan THC dan CBD, dilansir dari nationalthailand.com.

Ketua GPO Dr Sopon Mekhton mengatakan bahwa minyak ganja yang diproduksi telah teruji aman dengan bahan aktif yang efisien dan konsisten. Penanaman ganja fase kedua nantinya akan menghasilkan 10.000 botol dalam waktu lima bulan, yang rencana ke depannya akan ditingkatkan lebih dari 30.000 botol perbulan.

Dr Sopon juga mengestimasi bila perkebunan diekspansi pada awal tahun, nantinya GPO akan memproduksi lebih dari 150.000-200.000 botol tiap bulannya, dilansir dari reuters.com.

Kepala Departemen Kesehatan Mental Thailand Dr Kiattiphum Wongrajit mengatakan telah membuat formulir untuk peniliaian resiko dan panduan bagi para pasien agar memastikan aman dan tercegah dari gangguan mental dalam menggunakan minyak ganja sebagai media pengobatan.