Taiwan salah satu negara yang memiliki hukuman keras bagi para pengguna ganja. Regulasi ganja di Taiwan diatur dalam Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika (Narcotics Hazard Prevention Act). Di dalam undang-undang tersebut, ganja termasuk ke dalam golongan dua bersama dengan opium, coca, amphetamines, pethidine, pentazocine, dan produk turunannya, dilansir dari law.moj.gov.tw.

Pembuatan, pendistribusian, dan penjualan ganja akan dikenakan hukuman penjara seumur hidup atau minimal tujuh tahun penjara dan dikenakan denda maksimal sepuluh juta dollar Taiwan atau setara dengan Rp 4.5 miliar. Kepemilikan ganja lebih dari 20 gram akan dihukum dengan minimal enam bulan penjara hingga maksimal lima tahun penjara dan didenda maksimal tujuh ratus ribu dolar Taiwan atau setara dengan Rp 317 juta. Selanjutnya, terdapat aturan ketat lainnya terhadap ganja di dalam undang-undang ini.

Aturan ketat terhadap penggunaan ganja telah membuat beberapa rakyat Taiwan meninjau kembali terkait ganja bukan sebagai golongan Narkotika. Para Aktivis ganja di Taiwan yang menamakan dirinya sebagai Green Sensation telah mengkampanyekan legalisasi ganja pada April lalu. Aksi kampanye untuk melegalkan ganja di Taiwan dilaksanakan di depan gedung parlemen di Taipei.

Pada kampanye tersebut, para aktivis meminta agar ganja diatur sebagai kebutuhan medis bukan lagi sebagai golongan obat-obatan Narkotika, dilansir dari voanews.com.

“Kami percaya ganja dapat ditangani sesuai dengan regulasi pengobatan di Taiwan,” ujar Luo Yi, juru bicara Green Sensation selaku koordinator kampanye.

“Ganja yang dimasukkan ke dalam golongan obatan-obatan, sama sekali tidak membantu dalam memecahkan permasalahan. Kami berharap ganja dapat dilegalkan dan dapat dipromosikan dalam kebutuhan medis,” tambah Luo Yi.

Di sisi lain, Chung Ho-yun selaku koordinator kampanye juga menegaskan “Kami akan meminta anggota legislatif untuk mengamendemen undang-undang yang mencantumkan ganja dan produk turunan sebagai Narkotika golongan kedua di dalam Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika,” dilansir dari taipeitimes.com.

Dukungan terhadap dekriminalisasi ganja yang bertujuan untuk kebutuhan medis juga datang dari politisi anggota Partai Kekuatan Baru (NNP) Freddy Lim dan Wang Yi-Kai, dilansir dari newbloommag.net.

Kampanye legalisasi ganja merupakan yang pertama di dalam sejarah Taiwan. Para aktivis juga menegaskan akan terus mengadakan kampanye tersebut dan akan menjadi agenda tahunan. Luo Yi juga mengatakan akan berencana untuk mendekati anggota legislatif dan perwakilan rakyat daerah untuk mengadvokasi perubahan undang-undang yang mengatur ganja sebagai golongan Narkotika didalamnya.

 

 

Foto: Green Sensation sedang mengkampanyekan legalisasi ganja di Taipei