Amerika Serikat mengatur ganja kedalam Bagian 1 Undang-Undang Pengendalian Zat (Controlled Substances Act 1970). Bagian 1 pada undang-undang tersebut menjelaskan bahwa ganja tidak memiliki nilai medis atau yang bersifat terapeutik.

Seiring berjalannya waktu, penelitian ganja memberikan lebih banyak bukti bahwa ganja terbukti efektif dalam menangani beragam masalah medis termasuk kanker, glaucoma, multiple sclerosis, nyeri kronis, radang sendi, asma, insomnia, depresi, dan epilepsi. Kelebihan lain dari penggunaan ganja dalam kebutuhan medis ialah biaya yang dikeluarkan lebih murah dan tidak berbahaya.

Kannalife Sciences Inc. adalah perusahaan pertama yang telah memperoleh lisensi dari National Institute of Health (NIH) pada tahun 2011 untuk mengembangkan obat-obatan berbasis CBD. Obat-obatan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengobati hepatic encephalopathy (CTE) atau bentuk kerusakan otak, dilansir dari uspatent6630507.com.

Setelah itu, GW pharmaceuticals menyusul dalam mendapatkan hak patennya terhadap obat Epidolex. Epidolex sendiri merupakan obat yang dikembangkan menggunakan CBD untuk mengobati kejang.

Legalisasi ganja secara medis maupun rekreasional di beberapa negara bagian Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan banyaknya perusahaan yang telah mendapatkan hak paten terhadap penggunaan CBD untuk mengatasi berbagai kondisi medis.

Dilansir dari prnewswire.com, mengikuti diberlakukannya RUU Pertanian Amerika Serikat pada akhir tahun 2018, akhirnya pemerintah Amerika Serikat telah menghapuskan CBD dari Undang-Undang Pengendalian Zat Bagian 1 dan mengesahkan penjualan produk berbasis CBD. Hal ini membuat produk tersebut menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah di Amerika.

Penjualan produk CBD yang telah disahkan tersebut membuat konsumen dapat dengan mudah menemukannya di toko-toko lokal, apotek, dan bahkan platform e-commerce. Toko ritel besar seperti Walmart juga mulai mendaftarkan produk CBD di situs mereka.

Kantor Paten dan Merek Dagang AS (the US Patent and Trademark Office) telah mengeluarkan 39 paten yang berkaitan dengan penggunaan ganja dalam kebutuhan medis pada tahun yang sama. Jumlah ini meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Penggunaan produk CBD di Amerika Serikat juga semakin meningkat, menurut jajak pendapat Gallup, sekitar 1 dari 7 orang dewasa di Amerika Serikat secara pribadi telah menggunakan CBD. Presentase tertinggi dari penggunaan CBD berasal dari kelompok usia 18-29 tahun (20%). Disusul oleh kelompok usia 50-64 tahun (11%). Kelompok usia diatas 65 tahun yang menggunakan produk CBD hanya berjumlah (8%), dilansir dari usatoday.com.

 

Foto: Toko Ritel CBD di Amerika Serikat