Indonesia ternyata membutuhkan limbah non berbahaya dan beracun (non B3) sebagai bahan baku untuk proses industri tertentu termasuk penggunaan bahan baku hemp. Di dalam peraturan tersebut dijelaskan impor limbah non B3 dilakukan karena bahan baku tersebut tidak dapat diperoleh sepenuhnya dari dalam negeri, sehingga perlu dilakukan pengadaan tambahan dari luar negeri. Melihat dari keterbatasan sumber dalam negeri terkait limbah non B3, sejatinya Indonesia dapat memproduksi bahan baku tertentu seperti hemp. Hal ini dikarenakan Indoensia kekurangan limbah non B3 berbasis hemp. Di sisi lain, tanaman ganja sendiri terdapat di Indonesia dan dapat diolah untuk kepentingan industri.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun pada tahun 2016. Di dalam peraturan tersebut, terdapat lampiran daftar limbah non B3 yang dapat diimpor termasuk hemp (cannabis sativa L).

Pemanfaatan Industri Hemp

Beberapa negara di dunia seperti Kanada, Amerika, dan Thailand telah menggunakan hemp dalam keperluan medis hingga industri.

Hemp sendiri merupakan jenis ganja varietas cannabis sativa L. Dilansir dari Livescience, Hemp sendiri memiliki zat psikoaktif psychotropic chemical tetrahydrocannabinol (THC) yang lebih rendah dari jenis ganja lainnya, yakni dibawah 0.5%.

Hemp dalam keperluan industri dapat diolah menjadi berbagai macam bahan seperti limbah non bahan berbahaya dan beracun (non B3), plastik, kosmetik, makanan, tekstil. Dilansir dari propertyinside.id, hempcrete yang digunakan sebagai material utama sebuah bangunan merupakan bahan yang sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan batu bata.

Hemp dalam dunia kosmetik juga telah digunakan oleh beberapa perusahaan kenamaan seperti The Body Shop, Maison Margiela, Province Apothecary, dan Milk Makeup. Hemp juga digunakan sebagai bahan penggunaan plastik, plastik hemp digunakan sebagai alternatif plastik yang lebih ramah lingkungan. Produk plastik hemp sendiri dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform jual-beli seperti alibaba dan amazon.

Keunggulan hemp dalam tekstil adalah serat tersebut dapat diolah tanpa campuran dengan serat lainnya berbeda dengan linen maupun sutra. Keunggulan lainnya dapat dilihat dari penanaman hemp yang tidak menggunakan pestisida. Serat yang dihasilkan dari tanaman hemp sendiri memiliki daya serap tinggi, tahan terhadap sinar ultraviolet, dan anti-mikroba.

Diimpornya hemp sebagai limbah non B3 seakan menyia-nyiakan potensi Indonesia dalam mengolah bahan baku tersebut. Apabila Indonesia dapat memproduksi bahan baku hemp untuk kepentingan limbah non B3, hal ini akan memberikan berbagai keuntungan seperti menekan importisasi bahan baku hemp, membuka industri baru dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan hidup, serta membuat Indonesia menjadi eksportir produsen limbah non B3 berbasis hemp.

 

 

Foto: Produk-produk berbasis hemp