Secara berangsur-angsur, beberapa negara di dunia telah melegalkan penggunaan ganja. Tujuan dilegalkannya ganja adalah untuk memenuhi kebutuhan medis, industri, maupun rekreasi di beberapa negara tersebut.

Legalisasi dan dekriminalisasi ganja di beberapa negara telah menyebabkan penurunan yang signifikan terhadap penjualan ganja di pasar gelap. Hal ini dikarenakan ganja telah diregulasi oleh pemerintah mulai dari produksi, distribusi, hingga penjualan. Selain itu, pendapatan pemerintah melalui perpajakan dipandang lebih lanjut sebagai potensi bagi negara-negara untuk meningkatkan pendapatan negara, dilansir dari thegreenfund.com.

Legalisasi dan dekriminalisasi juga telah mendorong peningkatan permintaan pasar terhadap ganja. Hal ini juga memicu pertumbuhan hiperbolik terhadap industri ganja. Ganja medis memegang pangsa pasar terbesar dengan angka presentase 70.3% pada tahun 2018, dilansir dari grandviewresearch.com.

Perkembangan pasar ganja legal secara global diperkirakan akan mencapai 13 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 192 triliun dan diproyeksikan akan meningkat pada Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 23.9% pada tahun 2025, dilansir dari grandviewresearch.com.

Di tempat lain, lembaga riset pasar investasi ganja ArcView Group dan lembaga data BDS Analytics mencatat angka penjualan ganja menembus 15 juta dolar AS atau setara dengan Rp 210 triliun sepanjang tahun 2019, dilansir dari leaderbulletin.com.

Pasar ganja sendiri tersegmentasi berdasarkan empat hal. Pertama, berdasarkan jenis produk, ganja diolah menjadi kapsul, konsentrat, makanan, dan olahan lainnya. Kedua, berdasarkan tujuan penggunaan seperti dalam kebutuhan medis maupun yang bersifat rekreatif. Ketiga, produk ganja dibagi berdasarkan jenis kandungan senyawa seperti Tetrahydrocannabinol (THC), Cannabidiol (CBD), dan campuran diantara keduanya. Keempat berdasarkan wilayah geografi persebaran produk ganja seperti pada pasar Eropa, Asia-Pasifik, Amerika, Timur Tengah, dan Afrika.

Pertumbuhan pasar ganja yang semakin meningkat telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha dan investor dalam mengembangkan dan memanfaatkan industri ganja. Perusahaan-perusahaan ganja telah membuat industri ini menjadi semakin kompetitif dengan konvergensi ekuitas swasta dan pasar modal yang terus meningkat. Dengan kata lain, industri ganja menjadi salah satu komoditas yang paling berkembang dan menguntungkan di dunia.