Produsen Hemp terbesar di dunia adalah China, Eropa, Chili dan Korea Utara. Lebih dari tiga puluh negara telah menggunakan hemp untuk industri; Australia, Austria, Kanada, Chili, Cina, Denmark, Mesir, Finlandia, Perancis, Jerman, Inggris, Hungaria, India, Italia, Jepang, Korea, Belanda, Selandia Baru, Polandia, Portugal, Rumania, Rusia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki dan Ukraina.

Produksi Hemp di Dunia. Sumber: FAO

Inggris
Inggris dan Jerman mulai memproduksi hemp secara komersial pada tahun 1990-an. Produksi hemp di Inggris banyak digunakan sebagai alas tempat tidur kuda. Perusahaan di Kanada, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman memproduksi biji hemp untuk berbagai produk, mulai dari makanan bergizi sampai produk kecantikan.

Australia
Di negara bagian di Australia seperti Victoria, Queensland dan New South Wales, pemerintah negara bagian telah mengeluarkan izin untuk menanam hemp untuk keperluan industri. Negara bagian Victoria adalah yang pertama tahun 1998 dan di regulasi kembali pada tahun 2008. Queensland mengizinkan industri hemp tahun 2002 dibawah Drugs Misuse Act 1986. (UU Penyalahgunaan Obat-obatan 1986). New South Wales menerima lisensi pengembangan hemp di bawah undang-undang Hemp Industry Regulations Act 2008 (No 58) yang mulai diberlakukan tanggal 6 November 2008.

Kanada
Produksi komersial (termasuk budidaya) hemp industri telah diizinkan di Kanada sejak tahun 1998 di bawah lisensi yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Kanada pada tahun 2009.

Perancis
Perancis adalah produsen hemp terbesar di Eropa dengan luas lahan pertanian sebesar 8.000 hektar. Pada tahun 2003 sejumlah 70 sampai 80% dari serat hemp yang diproduksi di Eropa digunakan untuk membuat pulp (bahan pembuat kertas) khusus untuk kertas rokok. Sekitar 15% digunakan di sektor otomotif dan 5-6% digunakan untuk membuat matras. Sekitar 95% dari hemp hurds digunakan sebagai tempat tidur hewan dan hampir 5% digunakan di sektor bangunan. Pada 2010/2011 luas areal pertanian yang ditanami hemp di Uni Eropa 11.000 ha.

Rusia
Rusia mengizinkan budidaya cannabis hemp untuk kebutuhan pertanian dan industri yang diumumkan Russian Federal Drug Control Service. Rusia diperkirakan memiliki setidaknya satu juta hektar ladang ganja ilegal yang ditanam terutama di wilayah pinggiran laut. Sekitar 2.000 hektar lahan digunakan untuk budidaya hemp.

Inggris
Di Inggris izin produksi hemp dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri di bawah undang-undang Misuse of Drugs Act 1971. Ketika ganja ditanam bukan untuk tujuan pengobatan, ganja disebut sebagai industrial hemp. Produk dari serat hemp umum digunakan untuk berbagai macam produk fiber. Bijinya digunakan untuk makanan bernutrisi tinggi dan untuk minyak (hemp oil).

Amerika Serikat
Budidaya hemp di Amerika Serikat adalah ilegal di bawah hukum federal karena hubungannya dengan tanaman ganja yang biasa digunakan untuk rekreasi, yaitu jenis sativa dan indica. Di Amerika Serikat, produk hemp yang diimpor harus memenuhi tingkat toleransi nol THC (Tetrahydrocannabinol). Hemp masuk ke dalam kategori zat atau bahan yang dikendalikan di bawah undang-undang Controlled Substances Act (PL 91-513;. 21 USC 801 et seq). Beberapa negara bagian di Amerika Serikat menentang peraturan hukum Federal tersebut dan menuntut legalisasi budidaya ganja industri yang diatur menurut hukum negara bagian (State of Law). Negara-negara itu adalah; North Dakota, Hawaii, Kentucky, Maine, Maryland, Oregon, California, Montana, West Virginia dan Vermont. Usaha mereka melegalkan ganja industri mendapat perlawanan dari DEA (Drug Enforcement Administration).

Uruguay
Uruguay telah menyetujui produksi hemp pada pertengahan tahun 2010.

Indonesia
Negara Republik Indonesia melarang budidaya dan produksi semua jenis tanaman cannabis beserta turunannya melalui UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika; “Tanaman ganja, semua tanaman genus genus cannabis dan semua bagian dari tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasis.” Hemp adalah salah satu genus dari tanaman cannabis yang masuk ke dalam golongan 1 narkotika. (cpt)