*Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air , baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman ( UU RI No. 7 th.1996 tentang Pangan ).

  • Sumber protein berkualitas
  • Asam lemak esensial dalam komposisi yang sangat seimbang
  • Mengandung sejumlah serat yang dapat diserap dan tidak dapat diserap
  • Pengganti produksi kedelai

Analisis nutrisi dari biji ganja sangatlah impresif. Dibandingkan dengan lenen dan kedelai, ganja lebih cocok secara biologis dengan tubuh manusia. Banyak orang mengalami gangguan ketika menyerap produk kedelai, diakibatkan oleh oligosaccharide, yang mengakibatkan munculnya gas dan gangguan pada perut. Biji lenen dengan cyanogenicdiglycosides-nya dapat melepaskan gas sianida. Ternyata, ganja tidak membuat gangguan-gangguan ini. Ganja bisa dibilang sebagai makanan yang sempurna untuk kita.  Tidak ada yang menyerupai tanaman ini di belahan bumi manapun, ketika dimanfaatkan sebagai bagian dari pola hidup, digabungkan dengan makan sayuran serat tinggi dan buah-buahan segar, Anda akan dapat memancarkan kesehatan yang sempurna.

Tabel Nutrisi biji ganja

Protein

Karbohidrat

Moisture

Abu

Serat makanan

Lemak

Kalori

23,5%

35,8%

5,7%

5,9%

35,1%

(3% dapat diserap)

30%

503 per 100gr

Protein

Biji ganja memiliki lebih dari 22% protein yang mudah diserap. Globulin, terdiri atas edestin dan albumin, bertanggung jawab atas terjadinya hal ini. Edestin merupakan tipe superior dari tanaman protein, serupa dengan protein yang terdapat dalam tubuh dan sangat cocok dengan sel-sel tubuh.Ganja merupakan tanaman dengan kadar protein globulin tertinggi. Protein edestin adalah cikalbakal suatu hormon, hemoglobin, enzim, dan antibodi. Edestin juga membantu membenamkan simtom penyakit dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Biji ganja juga terdiri dari arginin dan histidin dalam jumlah yang baik; keduanya bermanfaat dalam masa perkembangan anak. Selain itu, metinin dan cistein dibutuhkan dalam pembentukan enzim yang tepat. Faktanya, biji ganja mengandung 8 asam amino esensial (seluruh), kebanyakan lebih superior dari yang dapat dihasilkan oleh kedelai ataupun biji lenen.

Tabel Protein ganja

Arginin

Histidin

Metionin

Cistein

Lisin

Threonin

Serin

per gram protein

15,1mg

4,8mg

3,1mg

1,3mg

4,5mg

2,9mg

4,8mg

Serat

35% dari biji ganja merupakan sumber serat makanan, jumlah ini lebih besar 10%dari serat yang disediakan oleh biji lenen. 10% dari serat yang terdapat pada biji ganja merupakan serat larut air yang berguna dalam menjaga tingkat gula darah dan menurunkan tingkat kolesterol darah, bermanfaat bagi penderita diabetes.90% sisanya, proporsi yang tidak-larut, membantu tubuh agar tidak mengalami sembelit dengan meningkatkan pengikatan feses dan mengurangi waktu transitnya pada usus. Penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi makanan kaya akan serat dapat menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah. Makanan kaya akan serat, terutama terbuat dari tumbuhan, berhubungan dengan rendahnya resiko terserang kanker payudara, prostat, dan dubur. Mengonsumsi makanan dari tumbuhan (berserat) juga berhubungan dengan penurunan resiko terkena penyakit jantung seperti angina, mencegah kanker, dan meningkatkan harapan hidup. Hal ini terjadi karena serat menyerap dan mengeliminasi racun-racun sebelum mereka membahayakan tubuh kita.

Lemak

Lemak bukanlah sesuatu yang jahat. Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi lemak berarti membuat tubuh menjadi gemuk, tetapi kenyataan berkata lain. Konsumsi Asam Lemak Esensial (EFA) justru dapat menurunkan berat badan. 80% dari lemak ganja merupakan EFA dan persentase EFA yang tinggi pada makanan merupakan sesuatu yang diidamkan.

Banyak produk ‘rendah-lemak’ dan ‘tinggi pada lemak tak-jenuh’ sesungguhnya lebih berbahaya bagi tubuh dibandingkan produk regular atau kaya akan lemak, seperti susu penuh-lemak (full-fat milk).  Banyak produk minuman ‘rendah-lemak’ melakukan proses hidrogenasi; memanaskan lemak pada suhu tinggi. Hal ini secara efektif menghancurkan minyak dan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas nutrisi serta sering kali meracuni tubuh kita. Secara kontras, minyak biji ganja dapat menyediakan campuran EFA yang sempurna dan tidak melaui proses hidrogenasi.

Biji ganja terdiri dari asam linoleic omega-6 (LA) dan asam linolenic omega-3 (LNA) dalam komposisi yang seimbang. Inilah 2 EFA yang dibutuhkan oleh manusia. Mereka disebut esensial karena diperlukan tubuh tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh itu sendiri. Hanya ganja yang terbukti memiliki rasio yang ideal 3:1 (omega-6 : omega-3) dibandingkan sumber lainnya, seperti biji lenen, wijen, zaitun, sayuran berdaun hidaju, dan lainnya.

Tabel Biji ganja – profil asam lemak esensial

Omega-3 (Alpha Linolenic)

Omega-6 (Linoleic)

Omega-9 (Oleic)

Stearic

Palmitic

Karotin (Vit A)

Tiamin (B1)

Riboflavin (B2)

Pyridoxine (B6)

Niacin (B3)

Vitamin C

Vitamin D

Vitamin E

Vitamin B1

Vitamin B2

Vitamin B3

Vitamin B6

20%

57%

12%

2%

6%

16.800 IU/lb

0,9mg/100gr

1,1mg/100gr

0,3mg/100gr

2,5mg/100gr

1,4mg/100gr

100IU/100gr

3mg/100gr

0,9mg/100gr

1,1mg/100gr

2,5mg/100gr

0,3mg/100gr

Tabel Minyak ganja – profil asam lemak esensial

Palmitic (C16:0)

Palmitoleic (C16:1)

Stearic (C18:0)

Arachidic acid(20:0)

Behenic acid (C22:0)

Total asam lemak jenuh

Oleic acid (C18:1)

Linoleic(C18:2)

Alpha-linoleic acis (18:4)

Gamma-linoleic (C18:3) omega-6

Stereodonic acid (18:4)

Total asam lemak tak-jenuh

Vitamin E

(kebanyakan gamma-tocopherol)

(jika alpha-tocopherol setara)

Klorofil

dalam % dari total asam lemak

7

0,2

3

2

<0,2

11

12

56

16

4

1

89

150mg/100gr

16IU/100mg

50ppm



Sumber :

Benhaim, P. (2005). A Modern Introducton to HEMP-from food to fibre: past, present, & future (3rd Ed.).            Australia: Paul Benhaim