Malaysia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki aturan keras terhadap penggunaan ganja dalam bentuk apapun. Pelarangan penggunaan ganja terdapat di dalam Undang-Undang Obat-Obatan Berbahaya 1952.

Sebelum diberlakukannya Undang-Undang Obat-Obatan Berbahaya 1952 yang membawa ganja di dalamnya, jauh sebelum itu, pemerintah kolonial Inggris di Malaysia telah menarik dan menaikkan pajak atas produksi ganja atau bhang. Atas dasar tersebut, ganja pada saat itu merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis.

Setelah Malaysia merdeka dari Inggris pada tahun 1957, undang-undang tersebut tetap digunakan hingga saat ini. Perang besar-besaran terhadap ganja meningkat pada tahun 1980-an yang ditandai dengan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan manusia sebagai prioritas utama kemanan nasional negara Malaysia.

Undang-undang tersebut kemudian diamandemen dengan menetapkan hukuman mati untuk perdagangan narkoba termasuk ganja di dalamnya. Pada Oktober tahun 2018, Perdana Menteri Tun Mahathir bin Mohamad bersama pemerintahan yang bersifat lebih terbuka telah menghapus hukuman mati tersebut secara total.

Pada bulan Februari 2019, Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan perizinan penggunaan ganja medis selama perusahaan farmasi dapat membuktikan bahwa hal tersebut teruji efektif dan aman sebagai media terapeutik.

Baru-baru ini, Perusahaan spesialis ganja medis asal Australia, Roto-Gro International Limited (ASX/RGI), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan Malaysia Rotary Garden System SDN BHD (RSG).

Kesepakatan tersebut memungkinkan RGI dalam mengembangkan ganja medis secara legal di Malaysia dan Thailand.

Kedua perusahaan tersebut nantinya akan berusaha untuk mendapatkan perizinan dari pemerintah Malaysia guna menanam ganja medis. Perizinan tersebut nantinya ditujukan untuk mengolah, memproses, menjual, dan mengekspor ganja medis secara legal di mata hukum. Selain itu, Kedua perusahaan tersebut nantinya juga akan membangun fasilitas penanaman ganja di Malaysia.

Apabila produk ganja medis yang dikeluarkan oleh RGI telah teruji efektif dan aman, maka tidak menutup kemungkinan Kementerian Kesehatan Malaysia akan mengeluarkan izin untuk penanaman dan pengolahan ganja yang ditujukan untuk penelitian, pendidikan, eksperimen maupun medis. Hal ini sesuai dengan Bagian 2 Undang-Undang Obat-Obatan Berbahaya 1952.

Bagian 4 hingga 6 dari undang-undang tersebut juga menyatakan Kementerian Kesehatan juga dapat mengesahkan impor, ekspor, dan kepemilikan ganja secara pribadi.

 

 

Foto: Rotate Hydroponic Garden Systems yaitu sistem penanaman yang dipatenkan oleh RotoGro.