Luxembourg menjadi negara pertama di Eropa yang berencana melegalisasi ganja secara penuh. Sebelumnya, Luxembourg telah melegalkan ganja dalam kebutuhan medis. Menteri Kehakiman Félix Braz dan Menteri Kesehatan Etienne Schneider telah menguraikan rencana pemerintah dalam melegalkan produksi, penjualan, dan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasional.

Schneider menjelaskan bahwa kebijakan narkotika di Luxembourg dalam 50 tahun terakhir tidak bekerja dengan baik. Menurutnya, melarang penggunaan narkotika justru membuatnya lebih menarik bagi kalangan muda. Schneider berharap semua orang dapat memiliki sikap terbuka terhadap narkotika, dilansir dari ganjapreneur.com.

Setelah kembali dari penelitian di Kanada, para menteri menyatakan bahwa terdapat batasan usia dalam penggunaan ganja. Penggunaan tersebut diperuntukkan bagi warga negara yang memiliki usia 18 tahun ke atas dengan kepemilikan ganja sebesar 30 gram ganja di tempat umum. Anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun tidak akan dikriminalisasi apabila memiliki ganja lebih dari lima gram, namun mereka belum menentukan konsekuensi yang akan diterima oleh anak-anak tersebut, dilansir dari talkingdrugs.org.

Produksi, distribusi dan konsumsi ganja dalam penggunaan medis maupun rekreasional dalam dua tahun ke depan akan dikelola dan dikendalikan oleh negara melalui agen khusus ganja.

Rancangan undang-undang untuk melegalisasi ganja secara penuh diharapkan dapat diluncurkan pada akhir tahun. Rancangan undang-undang tersebut akan mengatur perihal rincian jenis ganja yang akan dijual dan tingkat pajak yang akan dikenakan, dilansir dari theguardian.com.

Schneider juga menegaskan bahwa undang-undang tersebut juga mencakup larangan pembelian ganja bagi wisatawan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya wisata obat-obatan di Luxembourg. Penanaman ganja di rumah kemungkinan juga akan dilarang.