Ganja secara legal tersedia untuk kebutuhan medis di Kroasia mulai hari Kamis, 15 Oktober 2015, kemarin. Keputusan untuk melegalkan ganja diawali oleh sebuah  kasus serius di mana seorang pasien multiple sclerosis dipenjara tahun lalu karena menanam ganja untuk mengurangi rasa sakitnya.

Huanito Luksetic, 37, ditahan karena menanam ganja di kebunnya di sebuah desa dekat Rijeka. Polisi menyita sekitar 44 pound (Sekitar 19 kg – Red.) ganja dari pasien multiple sclerosis ini yang menyatakan bahwa tanaman ganja tersebut digunakan untuk membuat minyak ganja.

Para dokter dan pasien-pasien lainnya berbicara dalam mendukung upaya legalisasi setelah Luksetic menjadi berita dan selama berbulan-bulan lamanya kampanye dilakukan untuk melegalkan ganja medis. “Untuk kami, para pasien, ganja adalah salah satu tanaman yang paling penting untuk kesehatan dan kehidupan kami,” kata Luksetic.  Setiap orang harus memiliki hak untuk memilih dan menyembuhkan diri sendiri.”

Obat-obatan yang mengandung tetrahydrocannabinol (THC) dapat diresepkan oleh dokter di Kroasia dimulai pada hari Kamis kemarin untuk pasien yang menderita masalah kesehatan kronis seperti kanker, multiple sclerosis, epilepsi, dan AIDS. Peraturan membatasi kuantitas menjadi 7,5 gram per bulan, dan pasien dapat menerima resep obat tersebut hanya hingga 30 hari lamanya. Namun, menanam ganja di rumah tetaplah ilegal.

Menteri Kesehatan Kroasia, Sinisa Varga, menyatakan bahwa ganja medis akan tersedia di seluruh apotek dalam beberapa minggu ke depan namun saat ini ganja medis ditawarkan hanya melalui delapan perusahaan farmasi.

“Menurut informasi yang kami dapatkan dari beberapa grosir farmasi, bahwa cukup banyak dari mereka perusahaan farmasi yang berminat untuk mengimpor produk turunan ganja ke Kroasia.” ujar Varga.

Selama bertahun-tahun, legalisasi ganja telah mendapatkan dukungan di negara-negara Uni Eropa, termasuk Spanyol, Portugal, Republik Ceko, dan Belanda.

Amerika Serikat pun telah melegalkan ganja medis di 23 negara bagian dan melegalkan ganja secara keseluruhan (Untuk keperluan medis dan rekreasi – Red.) di empat negara bagian; Alaska, Colorado, Washington, dan Oregon.

Sumber:

International Business Times