Sidang ketiga kasus kemanusiaan Fidelis yang mengobati istrinya dengan ekstrak ganja berlangsung pukul 10 pagi di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Senin (15/5/17). Agenda persidangan adalah pembacaan replik atau jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi terdakwa.

Dalam kesempatan ini JPU dengan tegas menolak eksepsi Kuasa Hukum terdakwa. JPU tidak sependapat dengan replik pengacara Fidelis, Marcelina Lin, karena surat dakwaan telah disusun dengan cermat dan lengkap sesuai yang tertulis di dalam BAP.

Berdasarkan harian online Tribunnews Pontianak (15/5/17) JPU menegaskan, “Kami berpendapat surat dakwaan kami telah memenuhi syarat formil surat dakwaan serta uraian yang cermat, jelas dan lengkap sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHP sehingga alasan keberatan penasehat hukum terdakwa tersebut tidak perlu dipertimbangkan dan harus di tolak.”

Namun di sisi lain, Kuasa Hukum Fidelis bersikeras bahwa terjadi kesalahan administrasi yang tertuang dalam surat perintah penahanan jaksa. “Dengan adanya perubahan pasal (pada berkas surat penahanan), berkas harus dikembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi. Dan hal ini tidak dilakukan oleh Jaksa,” ungkap Kuasa Hukum Fidelis, Marcelina Lin.

Bagaimanapun, persidangan berjalan dengan lancar dan dihadiri juga oleh keluarga besar Fidelis. Terlihat orang tua dan kedua anaknya yang tetap setia memberikan semangat kepada Fidelis.