Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Roy Morgan pada tahun 2015, menemukan bahwa lebih dari 90 persen orang Australia mendukung legalisasi ganja untuk pengobatan.

Melalui data yang dihimpun dalam jajak pendapat tersebut, banyak dari para pendukung legalisasi ganja medis mengatakan bahwa mereka juga berjuang untuk mendapatkan pengakuan, agar bisa keluar dari imej buruk pengguna ganja di masa lalu.

Direktur akademik di Pusat Penelitian Ganja University of Sydney, McGregor, bahkan menyatakan jika harus ada perbaikan persepsi ganja sebagai obat dan kaitannya dengan para pengguna manfaatnya, serta stigma buruk yang kerap diterima mereka selama ini.

“Sangat penting untuk menyadari bahwa Anda bisa mendapatkan manfaat medis dari cannabinoids tanpa harus merasa giting (high),” ujar McGregor, sebagaimana dikutip dari CTVnews.

Apalagi, lanjut McGregor, dunia kedokteran di Australia telah mampu mereduksi ganja yang dimaksudkan untuk tujuan medis, agar para pasien tak perlu distigmakan dengan para pengguna ganja rekreasional, yang mengonsumsi ganja untuk tujuan relaksasi.

“Kami benar-benar dapat memisahkan efek rekreasi yang memabukkan dari efek terapeutik, dan hal ini memberi keyakinan dan kepercayaan diri bagi para dokter untuk meresepkan ganja medis kepada pasiennya,” ujarnya

Seiring perubahan sikap dan cara berpikir, hal ini dinilai akan mendorong lebih banyak lagi penelitian terhadap tanaman ganja. Bahkan, McGregor mengaku sangat optimis tentang potensi tanaman ganja yang mampu menghasilkan terapi yang luar biasa, untuk berbagai macam penyakit yang saat ini sangat sulit diobati.

(Ibob Atsuga)