Perusahaan bioteknologi MediPen meluncurkan fasilitas untuk penelitian ganja seluas 180 meter persegi pada musim panas ini. MediPen juga akan menyediakan sarana bagi siapapun yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut untuk tujuan pengembangan dan inovasi seputar penggunaan ganja medis.

Perusahaan yang telah sukses besar menjual Vaporizer (alat penguap) CBD, salah satu zat dalam tanaman ganja, yang memiliki daftar panjang manfaatnya sebagai obat yang ampuh untuk berbagai jenis penyakit, kini sedang dalam proses mendapatkan ijin dari Pemerintah Inggris untuk mengimpor dan meneliti senyawa lain dalam tanaman ganja dengan lebih terkontrol agar dapat mempelajari tanaman ganja secara lebih terperinci.

Penelitian tersebut nantinya juga akan mempelajari senyawa psikoaktif dalam tanaman ganja, yaitu Δ9-Tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa tersebut akan dipelajari lebih dalam di laboratorium MediPen berkaitan dengan potensinya menyembuhkan penyakit kanker, dan dengan tujuan meminimalkan dampak negatif dari perawatan berbasis kemoterapi seperti mual dan muntah melalui sifat antiemetiknya, bersamaan dengan upaya untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

MediPen adalah produsen Vaporizer ganja legal pertama di Inggris. Musim panas lalu, perangkat MediPen lulus uji oleh NHS, sebuah badan eksekutif dalam Departemen Kesehatan Inggris. Ini merupakan sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas ganja medis yang beredar di Inggris.

“Ada sejumlah data ilmiah yang signifikan yang merinci efek kuat cannabinoids dalam sistem kultur sel dan in vivo. Namun, kami berencana menjadi yang pertama di dunia yang memulai uji klinis terhadap manusia.” ujar juru bicara MediPen

GW Pharmaceuticals saat ini juga sedang mengembangkan obat berbasis ganja dari fasilitasnya sendiri, namun MediPen sedikit berbeda dalam ketersediaannya pada publik, yang memungkinkan penggunaan fasilitasnya pada para peneliti independen ganja lainnya yang untuk memanfaatkan jaringan Litbang yang telah mapan, ditambah dengan uji coba serta bantuan dalam urusan bisnis dan hukum. (Ibob Atsuga)

Sumber : Independent.co.uk
Foto : hightimes.com