International Cannabis Business Conference (ICBC) dan Spannabis baru saja mengadakan konferensi besar yang diselenggarakan di Auditori de Cornellà Barcelona pada Maret silam. ICBC sendiri merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan diberbagai kota di seluruh dunia, termasuk San Fransisco, Berlin, Vancouver, dan Zurich. Konferensi yang menarik peserta lebih dari 50 negara ini memiliki tujuan utama yakni membawa ganja ke dalam dunia bisnis dan investasi, dilansir dari cannabisnow.com.

Agenda konferensi tahunan ini memberikan wawasan mendalam berkenaan dengan ganja di dunia investasi internasional, peraturan dan kebijakan penelitian dan pengembangan ganja medis di Spanyol, hingga kemitraan.

Ganja di dalam investasi dan pasar modal merupakan salah satu muatan dalam konferensi ini. Pesatnya pertumbuhan pasar dan investasi pada perusahaan ganja membuat industri ini menjadi semakin kompetitif dengan konvergensi ekuitas swasta dan pasar modal publik yang terus meningkat.

Nic Easley founder dari 3C (Comprehensive Cannabis Consulting) yang merupakan salah satu pembicara di konferensi ini membahas persoalan strategi investasi ganja internasional untuk swasta maupun publik dan menyoroti perkembangan pasar ganja internasional yang dipenuhi dengan peluang investasi beresiko tinggi terutama masalah terkontaminasinya suatu produk.

Persoalan budaya ganja di Spanyol yang sangat dinamis juga menjadi bahasan dalam konferensi ini. Klub Sosial Ganja (Cannabis Social Club/CSC) di Spanyol adalah salah satu fenomena yang unik untuk diamati. Klub ini pada dasarnya merupakan organisasi nirlaba swasta yang menanam ganja secara kolektif dan didistribusikan kepada para anggota klub.

CSC juga menegaskan bahwa distribusi ganja kepada para anggota klub tidak bertujuan untuk mengambil keuntungan pribadi, meningkatkan konsumsi ganja, maupun memprakarsai pengguna baru. CSC lebih lanjut berfokus pada kesehatan publik dan orang-orang yang membutuhkan ketimbang menjadi pasar ritel berskala besar.

Salah satu bahasan lain yang menarik untuk disimak adalah terapeutik ganja medis dan pengalaman pasien yang menggunakan ganja sebagai pengobatan. Pengalaman pasien yang menggunakan ganja sebagai pengobatan sangat menarik untuk dibahas, mengingat bahasan tersebut perlu dieksplorasi lebih lanjut, dilansir dari healtheuropa.eu.

Keberhasilan konferensi ICBC dalam membahas ganja di dunia investasi dan pasar modal telah membawa ganja menjadi komoditas baru yang mampu bersaing di pasar global. Hal ini juga membuktikan adanya pergeseran pemahaman bahwa ganja bukan merupakan golongan narkotika.

Pergeseran ini dapat dilihat dari perkembangan isu ganja yang kian meluas mulai dari ganja sebagai kebutuhan medis, bisnis, industrialisasi, hingga merambah ke dalam pasar modal maupun dunia investasi.

Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor baru saja dibentuk dan akan mengisi pos baru kabinet periode kedua Jokowi. Dua kementerian baru ini akan ditujukan untuk memaksimalkan kerja pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin, dilansir dari suara.com.

Terbentuknya Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor tampaknya dapat menjadi peluang besar dalam membicarakan ganja di Indonesia sebagai komoditas baru yang mampu menjadi aset potensial dalam meningkatkan pendapatan negara.