Kenapa Amandemen UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 ?

Hari Sabtu, 3 Mei 2014 Lingkar Ganja Nusantara (LGN) akan mengadakan aksi damai Global Marijuana March (GMM) di 7 kota Indonesia; Banda Aceh, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Palu dan Balikpapan. Aksi damai yang rutin dilakukan setiap Sabtu pertama di bulan Mei ini sudah yang ke 5 kalinya. Namun aksi damai kali ini berbeda dari yang sebelumnya karena serempak dilakukan di 7 titik berbeda.

Aksi damai GMM tidak hanya dilaksanakan di Indonesia saja. Tahun ini lebih dari 143 kota di 33 negara dunia menggelar aksi serupa. Benua Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, Eropa, Asia dan Oseania. Kami semua akan bersatu dalam menyuarakan 1 inspirasi; Legalisasi Ganja.

Legalisasi ganja yang LGN maksud berbeda dengan legalisasi ganja yang sedang diusung dunia melalui Amerika dan sekutunya. Legalisasi ganja yang kami maksud adalah pembentukan UU Pengelolaan Ganja Republik Indonesia yang seirama dengan ajaran Pancasila. Dan argumen-argumen kami ini dibangun atas dasar pengetahuan mengenai 3 manfaat utama pohon ganja.

1) Manfaat Medis

UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 menyatakan bahwa ganja tidak dapat digunakan untuk kepentingan medis. Hasil riset yang kami rangkum dalam Buku Hikayat Pohon Ganja menjadi bukti yang belum terbantahkan sampai detik ini. Secara ilmiah, kami telah membuktikan bahwa ganja mampu mengobati epilepsi, diabetes, kanker, migrain, kram menstruasi, multiple scelorosis, dan berbagai penyakit lainnya.

Bukan hanya sebatas teori, kami juga telah menemukan budaya pengobatan diabetes menggunakan rebusan akar ganja di Aceh. Kami sudah berhasil memproduksi minyak ganja dan terbukti mampu mengobati epilepsi bayi berusia 5 bulan. Kami juga melihat sendiri bagaimana ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) meningkat kualitas hidupnya dengan konsumsi rutin ganja. Inilah sedikit dari sekian banyak pasien kami yang telah merasakan khasiat Ganja Aceh.

2) Manfaat Industri Pertanian

UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 menyatakan bahwa menanam ganja adalah tindakan kriminal. Sebagai ganjarannya akan dikenakan hukuman pidana penjara minimal 4 tahun. Seperti kami sebutkan sebelumya, Buku Hikayat Pohon Ganja telah menunjukkan puluhan ribu produk olahan yang dapat dibuat menggunakan pohon ganja. Dari kebutuhan sandang, pangan, papan hingga energi terbarukan dapat diproduksinya.

Selain itu, industri pertanian ganja juga dapat menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan alam kita. Sebagai contoh, Kalimantan tidak perlu menebang pohon hutan untuk membuat kertas. Hasil bubur kertas 1 hektar ladang ganja setara dengan 4 hektar pohon hutan. Selain itu, pohon ganja juga dapat mengembalikan kesuburan tanah akibat penanaman kelapa sawit maupun bekas penggalian tambang. Namun, selama UU Narkotika tersebut masih ada, bangsa Indonesia tidak akan pernah bisa menanam ganja untuk kebutuhan industri pertanian.

3) Manfaat Rekreasi

Pertama-tama LGN harus meluruskan dulu dengan apa yang dimaksud rekreasi ganja. Sebagian besar pengguna ganja di Indonesia mengonsumsi ganja bukan untuk mabuk, seperti orang mengonsumsi alkohol. Tapi mereka mengonsumsi ganja untuk relaksasi atau rekreasi diri. Dan perlu digarisbawahi, mereka adalah warga negara Indonesia yang juga berkarya, berkeluarga, bekerja, bersekolah dan hidup sebagaimana warga negara lainnya. Memenjarakan mereka justru memasukkan mereka dalam kehancuran hidup.

Pengguna ganja semacam itu jelas tidak membutuhkan rehabilitasi medis ataupun sosial. Mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka sama dengan warga negara lainnya yang suka mengonsumsi kopi untuk bekerja atau nasi untuk sumber energi. Kenyataan ini diputarbalik oleh UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 yang mengatakan bahwa segala bentuk penggunaan ganja adalah penyalahgunaan. Ironinya, UU tersebut tidak pernah menjelaskan mengenai pembenargunaan ganja.

Pengetahuan mengenai 3 manfaat utama pohon ganja ini menjadi modal awal kami untuk mengamandemen UU Narkotika No.35 Tahun 2009. Akan tetapi, pengetahuan tidak akan berbunyi apabila tidak diperjuangkan. Seperti kata-kata Bung Karno ketika menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang, 29 April 1963,

“Janganlah engkau menghirup pengetahuan hanya untuk pengetahuan. Hiruplah pengetahuan untuk berjuang, berjuang untuk tanah airmu, untuk bangsamu, untuk perikemanusiaan!”

Amandemen UU Narkotika No. 35 tahun 2009 hanyalah pintu masuk LGN untuk menyadarkan masyarakat dan pemerintah betapa terasingnya kita dengan janji dan cita-cita proklamasi. Kita sudah terlalu lama menjadi bangsa yang kehilangan jati dirinya. Lihat saja UU Narkotika, bukannya bersumber pada Pancasila melainkan bersumber pada Konvensi Tunggal Narkotika PBB tahun 1961.

GMM Indonesia 2014

Join Us! Facebook Event Global Marijuana March Indonesia http://bit.ly/GMM2014

Melalui aksi damai GMM di 7 kota ini, mari kita teguhkan semangat perjuangan LGN untuk mengembalikan bangsa Indonesia menemui jati dirinya.

Mari kita rajut kembali memori kolektif bangsa kita yang telah begitu dalam tertimbun gempita kehidupan duniawi yang ditawarkan kaum-kaum materialis.

Mari kita sampaikan semangat keseimbangan antara dunia-akhirat, antara manusia-Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita kembali pada Pancasila menuju Indonesia Raya.

Merajut Nusantara


English : Press Release Global Marijuana March 2014 Indonesia

Melalui Press Release ini kami mengundang rekan-rekan wartawan untuk meliput aksi damai Global Marijuana March yang rencananya akan diadakan serentak Sabtu, 3 Mei 2014 pada:

Aceh

GMM ACEH 2014

Klik memperbesar gambar

Kontak        : Boim 0852.6094.4654
Rute *          : Uye Coffee – Blangpadang – Gedung Walikota
Waktu*        : 15.00 – 18.00 WIB

Balikpapan

GMM 2014 BALIKPAPAN

Klik memperbesar gambar

Kontak       : Meddy 0822.5007.4420 / 0856.5682.0222
Rute *          : Pantai Monpera – Lapangan Merdeka
Waktu*      : 15.00 – 18.00 WITA

Jakarta

Kontak      : Eja 0896.0944.979
Rute*          :  Istana Presiden – Mahkamah Konstitusi – Bundaran HI
Waktu*      : 15.00 – 18.00 WIB

Bandung

Kontak       : Azka 0889.7000.2805 / Ian 0856.2060.300
Rute*          : Gedung Sate – Balai Kota – Polres Kota Besar Bandung – Gedung Sate
Waktu*       : 14.00 – 17.00 WIB

Surabaya

Klik memperbesar gambar

Klik memperbesar gambar

Kontak      : Saiful 0857.3212.6434 / Kipli 0857.3333.1254
Rute*         : UNAIR A – RSUD Dr. Soetomo – Walikota – Taman Apsari
Waktu*     : 15.00 – 18.00 WIB

Makassar

Poster GMM Makassar

Klik memperbesar gambar

Kontak      : Riri 0853.4114.2121
Rute*          : Pot Rotterdam – Monumen Mandala
Waktu*     : 15.00 – 17.00 WITA

Palu

Kontak        : B’du 0813.4113.0005
Rute *          : Lap. Vatulemo – Taman GOR Palu – RSUD UNDATA – Anjungan Nusantara
Waktu*       : 15.00 – 19.30 WITA

*Waktu dan lokasi dapat berubah. Mohon hubungi kontak masing-masing daerah untuk informasi lebih lanjut.