Setiap pasien radang sendi yang telah mencoba ganja medis mengatakan bahwa ganja terbukti efektif sebagai suatu upaya pengobatan. CreakyJoints (komunitas pembantu pengidap radang sendi yang bergerak secara online) memberikan 77 pertanyaan kepada 1.059 pasien radang sendi yang berkenaan dengan pengalaman mereka dalam menggunakan ganja medis sebagai media pengobatan.

Hasil dari penelitian tersebut kemudian dipresentasikan pada pertemuan tahunan Kongres Eropa untuk Rematologi (European Congress of Rheumatology) di Madrid, Spanyol. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa 57 persen dari semua responden telah menggunakan Cannabidiol (CBD) atau bentuk ganja lainnya dalam mengatasi gejala gangguan mereka.

Dari 97 persen semua responden yang pernah mencoba ganja medis sebagai pengobatan mengatakan, ganja terbukti efektif dalam membantu merelaksasi diri, meningkatkan fungsi fisik, dan membantu mengurangi gejala nyeri, susah tidur, depresi, mual, dan kelelahan.

Beberapa pasien juga melaporkan bahwa mereka harus berhenti menggunakan ganja medis sebagai pengobatan, meskipun ganja secara efektif mengobati gelaja gangguan mereka. Sekitar sepertiga dari semua pengguna CBD dan bentuk ganja lainnya melaporkan bahwa mereka tidak mampu membayar biaya pengobatan. Beberapa juga berhenti menggunakan ganja karena kekhawatiran mereka akan legalitas penggunaan ganja yang masih dipertanyakan.

Tien Sydnor Campbell yang merupakan salah satu responden mengungkapkan kesulitannya dalam mengakses ganja medis di Pennsylvania. Sekitar setengah dari responden mengatakan bahwa penggunaan ganja medis sebagai obat sama halnya dengan penggunaan obat alternatif atau obat tradisional, meskipun ganja belum diteliti secara menyeluruh.

Sydnor-Campbell menambahkan bahwa penggunaan ganja medis dalam pengobatan radang sendi perlu diteliti lebih lanjut dan diharapkan dapat diintegrasikan dengan perawatan radang sendi yang ada.

Satu-satunya cara yang ampuh agar ganja medis dapat digunakan dalam pengobatan radang sendi adalah dengan mempersenjatai para dokter dengan penelitian yang telah teruji secara klinis.

 

 

 

 

*lihat artikel asli di merryjane.com