Selasa, 9 Mei 2017 di Pengadilan Negeri Sanggau, Fidelis menjalani sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi. Persidangan dipimpin oleh Hakim Ketua Ahmad Irfir Rochman; Hakim Anggota 1 John Malvino Seda; dan Hakim Anggota 2 Maulana Abdillah. Sedangkan Jaksa dipimpin oleh Erhan Lidiansyah dan didampingi oleh Shanty Elda Mayasari.

Kuasa hukum Fidelis, Marcelina Lin, membacakan keberatannya terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum register perkara No:111/Pid.Sus/2017/PN.sanggau.

“Kami keberatan terhadap surat perintah penahanan yang dikeluarkan oleh jaksa karena ada 2, dimana pasal dalam surat penahanan tersebut masing-masing berbeda,” ucap pengacara Fidelis.

Surat penahanan pertama pasal 111(2), 113(2), & 116(1). Sedangkan Surat Penahanan kedua pada 19 April 2017 diperbaiki dengan pasal 112(2), 113(2), & 116(1).

Sidang tersebut dihadiri oleh orang tua, adik-kakak, teman, dan kedua anak tercinta Fidelis. “Kondisi Fidel baik dan tetap bersemangat,” ujar sahabat Fidelis, Heru.

Fidelis ditangkap oleh BNNK Sanggau pada 19 Februari 2017 karena mengobati istrinya dengan ekstrak tanaman ganja. Tepat 32 hari setelah penangkapan tersebut, istri beliau meninggal dunia. Sekarang, kedua anak mereka diasuh langsung oleh kakek dan neneknya.

Bunyi UU Narkotika N0.35 Tahun 2009 Pasal 112(2) yang dianggap janggal oleh kuasa hukum Fidelis :

Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).