Yunani menambah daftar panjang negara-negara Uni Eropa yang telah melegalkan ganja, terutama dalam konteks medis. Negeri para filsuf itu telah memperlihatkan cara pandang progresif terhadap tanaman ganja, dan membuat ganja medis tersedia bagi warga negaranya yang membutuhkan.

Dilansir dari independent.co.uk, Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras mengatakan, legalisasi ganja medis ini memungkinkan para dokter untuk dapat meresepkan ganja, bagi para pasien yang penyakitnya bisa disembuhkan dengan tanaman tersebut.

“Mulai sekarang, negara ini mengubah halamannya, karena sekarang Yunani termasuk negara-negara dimana penggunaan ganja medis adalah legal kepada pasien yang membutuhkan,” ujar Tsipras.

Dengan demikian, Yunani kini telah resmi mengikuti langkah Jerman, Finlandia, Republik Cheko, Belanda, Portugal, dan Spanyol, yang telah lebih dulu melegalkan salah satu obat tertua di dunia ini untuk orang-orang yang membutuhkannya sebagai obat.

Apalagi, manfaat tanaman yang disebut-sebut telah akrab dengan sejarah pengobatan manusia selama 12 ribu tahun ini telah terbukti mampu mengatasi sejumlah kondisi medis seperti kejang otot, PTSD, epilepsi, kanker, dan lain sebagainya.

Sang Perdana Menteri juga mengatakan bahwa ganja akan diturunkan dari daftar narkotika golongan A (yang sebelumnya disebut tidak memiliki nilai medis) menjadi golongan B, di mana kategori ini setara dengan obat lain seperti metadon dan opium dengan nilai medis yang disetujui.

Upaya reklasifikasi ini juga sekaligus membuat Yunani memberikan ijin untuk penanaman ganja serta industri yang menggunakan limbah dari ganja medis berupa batang dan akar tanaman ganja secara legal.

Undang-undang yang baru ini diharapkan dapat mendorong ekonomi Yunani yang tengah dalam keterpurukan, dengan memungkinkan terciptanya industri farmasi yang besar dari tanaman ganja. Sebab, di Kanada saja misalnya, ganja saat ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan negara terbesar dengan nilai mencapai US$23 miliar atau sekitar Rp300 triliun per tahun.

Diketahui, Yunani merupakan masyarakat kuno yang memiliki sejarah panjang penggunaan dan budidaya tanaman ganja. Dengan iklim yang kondusif dan kebutuhan akan stimulus ekonomi, pemerintah Yunani saat ini akan melanjutkan dan mempertimbangkan legalisasi dan regulasi bentuk lain dari penanaman ganja, penjualan, dan penggunaannya untuk rekreasional seperti negara tetangga mereka, Portugal.

(Ibob Atsuga)