Dengan adanya hasil penelitian positif tanaman ganja terhadap pengobatan yang terus meningkat dewasa ini, Grand View Research, sebuah perusahaan analis dari Amerika Serikat menilai jika nilai bisnis ganja medis Australia di pasar global diperkirakan akan mencapai US$55,8 miliar pada tahun 2025, atau setara dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Israel yang akan memimpin pasar tersebut.

Di sisi lain, dengan adanya pengaturan spesifik perihal ganja medis, pendiri perusahaan start-up ganja medis BuddingTech, Adam Miller menjelaskan, tidak seperti pasar yang memiliki akses pasien yang liberal, Australia memiliki pemerintahan yang lebih konservatif yang menginginkan kerangka undang-undang menjadi garda terdepan untuk menaunginya.

“Mereka melakukan berbagai hal dengan peraturan dan undang-undang ini sehingga mereka memiliki dasar kuat yang dibutuhkan untuk memuaskan tidak hanya pemerintah Australia, tetapi juga negara lain serta badan medis. Hal tersebut memungkinkan Australia akan dapat mengekspor produk-produk ganja medisnya ke negara-negara lain,” ujar Miller sebagaimana dilansir dari CTVnews.

Miller yang tertarik masuk ke industri ganja medis setelah melakukan penelitian untuk mendapat pengobatan alternatif untuk ibunya yang sakit, mengatakan bahwa membuka pasar lokal memerlukan kemudahan akses pasien dan mendidik dokter, namun tidak dengan mengorbankan integritas industri farmasi.

“Setiap produk baru yang akan didistribusikan ke pasien dalam jumlah yang besar, tetap perlu melalui mekanisme yang sama dengan obat lain yang biasanya dilakukan, dan tidak ada perlakuan berbeda untuk ganja. Sejak pra sejarah dan jika itu adalah obat mujarab untuk berbagai kondisi medis seperti diklaim oleh beberapa pendukung, maka kami akan menggunakannya untuk jangka waktu yang lama,” ujarnya.

Namun bagi sebagian masyarakat, perubahan ini dirasa terlalu lambat. Sebagai contoh, Arielle Harding mengalami serangan epilepsi pertamanya pada usia 15 bulan. Ia mendapat pertolongan pertamanya dengan obat tradisional yang justru memperburuk keadaannya.

Bill Harding, orangtua dari Arielle, baru-baru ini mencoba dosis kecil cannabidiol, atau CBD, produk turunan ganja non-psikoaktif dalam bentuk cair pada Arielle, yang sekarang berusia lima tahun, yang kemudian diikuti dengan kondisinya yang kini jauh lebih baik.

“Awalnya kami sangat gembira karena melihat kondisinya membaik, tapi kami juga merasa sangat marah, ketika menyadari seandainya kami bisa mendapatkan akses ganja medis legal tiga tahun yang lalu, betapa bedanya hidup yang dilalui Arielle,” ujar Bill.

Dia menjelaskan, minyak CBD legal yang dibeli untuk mengobati putrinya itu bukanlah obat yang mahal. Tapi sebagaimana ribuan orang lainnya yang mencari pengobatan ganja di Australia, Harding mengatakan bahwa dia tidak dapat mengakses ganja medis lebih jauh karena takut melanggar hukum yang ada.

(Ibob Atsuga)