Di sebuah lokasi perkebunan rahasia yang berada di sisi tenggara benua Australia, Kepala Cann Group Limited, Peter Crook, dengan hati-hati memotong tanaman ganja yang berumur dua bulan. Dengan tinggi hampir setinggi lutut, tanaman ini adalah satu dari sekitar 50 tanaman ganja yang disetujui oleh pemerintah Australia untuk dikembang-biakkan demi menyokong industri ganja medis di negara tersebut.

Cann Group Limited sendiri diketahui merupakan perusahaan yang mendapat lisensi penanaman ganja komersial pertama di Australia. Dilansir dari CTVnews, Crook bahkan memastikan jika Australia akan ikut berkontribusi dalam pasar ganja medis dunia, dengan kualitas tanaman yang kompeten untuk bersaing.

“Saya pikir, kita akan melihat kontribusi Australia di pasar ganja medis dunia akan berada di level yang tinggi, baik dalam kultivasi maupun teknologi medisnya. Kondisi yang berbeda kini terjadi secara online. Kita akan melihat pasar ganja medis tumbuh dengan cepat,” ujar Crook, sebagaimana dilansir dari CTVnews.

Setelah Kanada, Israel, dan lebih dari setengah negara bagian Amerika Serikat yang telah melegalkan ganja medis, Australia pun kini telah mengikuti dan memberi isyarat, untuk menjadikan ganja medis sebagai industri rumahan dengan peraturan yang ketat.

Sementara penggunaan ganja rekreasional tetap ilegal di Australia, regulasi penggunaan ganja medis malah sudah disahkan tahun lalu dengan berbagai aturan perundang-undangannya mulai dari penanaman, penelitian hingga produksi.

Hingga saat ini, setidaknya ada 10 perusahaan yang terkait sektor ganja medis telah terdaftar di Australia, sementara anggaran bernilai puluhan juta dolar Australia pun telah diprogramkan untuk pengujian klinis yang akan meneliti fungsi tanaman ganja untuk pengobatan berbagai macam penyakit.

(Ibob Atsuga)