Gagasan penggunaan ganja dalam mengurangi kecanduan opioid (obat pereda rasa sakit yang terbuat dari tanaman opium seperti morfin) mungkin tampak berlawanan dengan banyak institusi maupun komunitas medis.

Timbul beberapa pertanyaan seperti ‘Tidakkah seharusya mengganti resep opioid dengan obat yang lain dibandingkan menggunakan ganja? dan ‘Apakah ganja tidak akan menghadirkan bahaya sendiri, seperti kecanduan, ketergantungan, dan masalah kesehatan lainnya?’

Pro dan kontra yang ditimbulkan oleh perdebatan mengenai ganja medis menyimpulkan bahwa perlu dipelajari lebih lanjut tentang pemanfataan ganja, keamanan, dan dosis dalam menanggulangi penyakit yang sulit ditangani seperti kecanduan opioid dan penyakit kronis.

Penelitian yang dilakukan oleh JAMA Internal Medicine menjelaskan bahwa tingkat penggunaan opioid lebih rendah di negara yang telah melegalkan penggunaan ganja medis.

Studi mengenai analisis longitudinal dari angka penggunaan opioid oleh Medicare bagian D, menunjukkan bahwa legalnya ganja medis di beberapa negara di dunia telah menurunkan dosis harian penggunaan opioid sebesar 2.21 juta per tahun. Penurunan dosis harian penggunaan opioid mencapai 3.74 juta per tahun. Penurunan terbesar dosis harian opioid ini terlihat dari berkurangnya jumlah permintaan resep hidrokodin (Vicodin) dan morfin.

Di tempat yang lain, Medicaid menganalisa data penggunaan opioid dari tahun 2011 sampai 2016. Penggunaan opioid di negara yang telah melegalkan ganja medis turun sebesar 5.88%. Penurunan penggunan opioid terbesar dapat dilihat dari negara yang telah melegalkan ganja sebagai kebutuhan rekreasi mecapai 6.38%.

Studi lain yang diterbitkan oleh JAMA Internal Medicine pada tahun 2014, menunjukkan bahwa negara yang telah melegalkan ganja medis memiliki angka mortalitas karena overdosis opioid 24.8% lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara yang belum melegalkan ganja medis.

Fakta ini menunjukkan bahwa angka mortalitas karena overdosis opioid telah mengalami penurunan yang signifikan di negara yang telah melegalkan ganja sebagai kebutuhan medis. Fakta ini juga menyimpulkan besarnya angka penurunan pasien pengguna opioid.

Melihat dari fakta-fakta tersebut, penting untuk ditinjau kembali bahwa ganja sebagai kebutuhan medis dapat mensubstitusi penggunaan opioid dalam menanggulangi rasa sakit maupun penyakit kronis.

 

 

 

 

Sumber: health.harvard.edu