Penanaman ganja di Malaysia mungkin terjadi apabila mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan Malaysia terlebih dahulu. Diizinkannya penanaman ganja nantinya hanya ditujukan untuk kepentingan penelitian dan pengobatan.

Direktur Jenderal Badan Anti-Narkoba Nasional Malaysia Datuk Seri Zulkifli Abdullah mengatakan adanya ruang bagi penanaman ganja yang ditujukan untuk kepentingan penelitian dan kesehatan di dalam Undang-undang Obat-obatan Berbahaya 1952 (Undang-undang yang mengatur narkotika di Malaysia). Akan tetapi, penanaman tersebut dapat terlaksana dengan syarat telah mengantongi izin terlebih dahulu.

Zulkifli menambahkan bahwa penanaman ganja di Malaysia nantinya harus dikontrol dengan ketat agar tidak digunakan untuk kepentingan dan tujuan di luar penelitian dan pengobatan, dilansir dari thestar.com.my.

Dilansir dari thecoverage.my, “Saya membaca tentang keberhasilan sekelompok warga negara Malaysia dalam memproduksi minyak ganja di luar negeri, saya merasa ini adalah peluang yang sia-sia jika kita tidak melakukan hal yang sama di Malaysia,” tegas Zulkifli di Upacara Penghargaan Badan Anti-Narkoba Nasional Malaysia di Pahang.

Undang-undang Obat-obatn Berbahaya 1952 secara tegas membatasi dalam hal kepemilikan, penjualan, penggunaan, impor, dan ekspor opium, kokain, maupun ganja. Namun, ada ketentuan dalam undang-undang ini yang memungkinkan penggunaan zat tersebut untuk kepentingan tersebut seperti tujuan penelitan dan pengobatan.

Kisah tiga warga negara Malaysia yang sukses dalam memproduksi minyak ganja (Cannabidiol/CBD) dari spesies Cannabis sativa di Inggris telah menerima perhatian media lokal Malaysia pada bulan Juni tahun lalu.

Abdul Halim Pauzi, Nurul Ain Sahbudin, serta Mohammad Roslan Abdullah mendirikan CBD Oils Malaysia di Inggris, sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi minyak ganja untuk keperluan medis. Perusahaan yang beroperasi di Manchester ini telah mendapatkan lisensi untuk memasarkan produk ganja mereka ke lebih dari 50 negara di Eropa.

Zulkifli mengatakan, jika tanaman ganja terbukti bermanfaat untuk pengobatan, maka perlu untuk dipertimbangkan perihal pengembangan industri ganja lokal tanpa harus melanggar ketentuan hukum Malaysia.

“Penting bagi Kementerian Kesehatan Malaysia untuk meninjau ulang terkait penggunaan ganja yang ditujukan untuk pengobatan, mengingat mereka memiliki wewenang akan hal tersebut,” harap Zulkifli.